Kamis, 31 Desember 2015

Sisi Lain Dunia
 (Part 1)

Sisi Kanan kita dapat kebaikan, Sisi kiri kita dapat keburukan. Itulah kata  kata yang ayahku katakan sebelum akhir hayatnya. Aku selalu bertanyatanya apa arti dari kata tersebut, yang aku tahu adalah itu kata yang akan memperbaiki hidupku , tapi itupun jika aku menemukan artinya.
Sejak usia 9 tahun aku menegrti tentang artid dunia,d an tujuan hidupku.dunia adalah tempat dilahirkannya aku dan tujuannya adalah beriman kepada Tuhan Yng Maha Esa , juga membanggakan kedua Orang Tua. Itulah yang aku tahu saat itu, tapi saat umurku menginjak 13 tahun semuanya itu hanya menjadi pemikiran yang kosong. Saat itulah ayahku pergi dari dunia ini, begitu pula ibuku yang meninggalkan ku karena kehiudpan ekonomi yang kurang mampu. Setelah ibuku pergi aku berpikir dalam diriku.
‘’Jika saja waktu itu aku ini seseorang yang kuat, maka ayah tidak akan mati ditangan perampok itu.’’ Kataku dengan menyesal terselimuti kekesalan.
Hari demi hari setelah aku kehabisan urang aku pergi bekerja dimanapun waktuku ada.Untuk Memenuhi kebutuhan hidup aku mengisi waktu dengan banyak bekerja dan terpaksa menghentikan sekolahku, Tapi bukan artinya aku tak belajak dan tak pandai, malahan aku menjadi semakin hebat dari pada saat aku sekolah. Karena aku belajar dengan cara membaca buku, menonton film yang inspiratif, dan berpiki. Itulah yang kulakukan untuk mendapatkan ilmu.Tetapi setiap hari aku selalu dijadikan kucilan masyarakat sekitar. Katanya aku ini Anak Yatim yang tidak akan memiliki masa depan, tentu saja itu membuatku naik darah, tapi aku tak bisa menunjukan amarah dan pembelaan diriku sekarang karena aku memiliki rencana untuk membuat hal itu salah nantinya.
Keika Usiaku genap 16 tahun aku berencana untuk pindah ke suatu tempat yang menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan . dengan uang yang telah kukumpulkan selama dua setengah tahuan aku bisa pergi ke suatu desa dan menetap disana selama 1 tahun. Saat sampai disana aku menyewa sebuah kontrakkan didekat perpustakaan. Dan pastinya setelah itu aku pergi ke perpustakaan itu dengan niat mencari ilmu dan tujuan membalas dendam. Dinsana aku terkejut karena ada seorang gadis yang menyambutku dan berkata.
‘’Hai ,Kau Pasti baru disini, dan apa kau ingin membaca.’’ Aku hanya bisa terdiam dan mengangguk.
‘’Kucoba membaca semua buku disini tetapi itu sangatlah sulit’’.
Setelah itu ia pergi ke tempat dimana pemilik perpustakaan itu. Tenu aku terkejut dengan hal itu, karna kukira dia itu orang biasa sepertiku. Tapi entah kenapa saat aku mulai membaca buku ia terus mengawasi dan memeperhatikanku , aku berpikir’’Apa Karena aku ini orang asing?’’.
Saat perpustakaan mulai tutup aku segera meminjam buku yang berjudul BURUNG TERKURUNG DALAM SANGKAR, ternyata ia terkejut dan berkata.
‘’Oh yang ini!, kenapa kau ingin meminjam buku ini?’’Ucapnya dengan kaget
‘’Tentu saja untuk dibaca’’.Balasku dengan tak peduli
‘’Maksudku Kenapa Kau Memilih buku ini dan bukan yang lain?’’
‘’Bisa dibilang awalnya aku hanya iseng karna judulnya menarik,tetapi saat aku membacanya aku merasakan apa arti dari perjuangan dan itu semua berkat buku ini. Jadi Jika kau tidak keberatan tolong izinkan aku meminjamnya agar aku bisa pulang dan melanjukan membaca.
‘’B...B..Baik’’
Setelah itu aku pulang menuju kontrakkanku, tapi aku merasa aneh dengannya , karna ia begitu peduli pada buku ini, apa ini ada hubungannya dengan dia?. Keesokan harinya aku kembali ke perpustakaannya seperti kemarin ia kembali menyambutku dan bertanya.
‘’Apa kau sudah selesai membaca buku itu?’’
Akupun kembali mengangguk dan ia bertanya kembali
‘’Bagaimana pendapatmu tentang buku itu?’’
‘’Kurasa sepertinya buku ini sangat bagus dan cocok untuk para anak  anak yang selalu diberi perintah dan tidak bisa berbuat seperti diberi perintah dan tidak bisa berbuat seperti keinginannya. Karna amanantnya adalah kita harus melakukan perjuangan sampai akjir hanyat kita, seperti burung yang terus mencoa keluar dari sangkar meskipun harus mengorbankan nyawa’’.
‘’Seruju! Ternyata kau benar benar menghayati buku itu ya!’’
Setelah percakapan itu aku kembali membaca buku disana , seperti kemarin aku meminjam buku untuk dibawa pulang tapi sebelum aku menginjakkan kakiku keluar, ia berkata.
‘’H...H..Hey’’.dengan ragu rau
‘’Hm... Ada Apa?
‘’Anu ..... apa besok kau akan kemari lagi?’’
‘’Ya,Pasti’’
‘’Kalau begitu boleh aku tahu namamu?’’
‘’Tentu!namaku Muhamad Adriyansah, Kau bisa panggil aku Adriyansah’’.
‘’Oh Adriyansah! Ok Namaku Mary , senang berkenalan denganmu.””
‘’Ya, aku juga senang ‘’.akupun pergi dari perpustakaan itu.
Keesokan harinya aku kembali ke perpustakaan itu, tapi ternyata pintunya dikunci. Didalam pikiranku aku bertanya tanya yaitu apa dan kenapa. Tak lama kemudian mary datang dan berkata.
‘’Adriyansah maaf sebelumnya, tapi perpustakaannya tutup hari ini’’.
‘’Apa?Kenapa bisa begitu?’’
‘’Itu karna hari ini hari senin, dan setiap senin adalah hari liburku.’’
‘’Apa!!! Kenapa kau idak memberitahiku kemarin?’’
‘’Itu karna... aku tak berani’’.dengan suara berbisik
‘’Kalau begitu tak apalah, yang terpenting adalah aku bisa menembalikan buku ini ‘’. Setelah itu aku mengembalikan bukunya , tapi saat aku akan pergi.
‘’Tunggu!’’
‘’Ada apa lagi?’’
‘’Perpustakaan memang tutup ,tapi jika kau masih ingin membaca ..... aku membawakan buku yang bagus dan bisa kau bawa pulang’’?
‘’Oh terima kasih itu bantuan besar!’’
Setelah itu aku pergi untuk berkeliling desa, sama seperti pemikiran kalau di desa ini tak ada sekolah.Tapi Penduduknya ramah dan cerdas , kukira mereka hidup dengan saking berekrja sama agar tercipta kesejahteraan yang nyata.saat aku agak jauh dari desa aku menemukan 3 jalan , yang pertama ke arah kiri , yang kedua mengarah ke arah tengah, dan yang terkahir menuju ke arah kanan. Saat itu aku ingat apa yang pernah ayahku katkan padaku tentang kanan artinya kebaikan dan kiri artinya keburukan,tapi tengah.....!. Setelah banyak berpikir tapi tak dapat jawaban aku memilih kembali ke dasa dan berpikir di rumah, bagaimanapun yang kupikirkan di jalan sampai rumah adalah Dunia dan tujuan           .
Keesokan harinya aku mengembalikan buku yang mary berikan kepadaku, tapi sebelumnya aku bertanya tentang apa itu dunia dan apa tujuan hidupnya, lalu ia menjawab.
‘’Oh, menurutku dunia adalah tempat aku dilahirkan dan tujuanku hidup adalah menolong orang yang ingin berusaha
‘’Menolong Orang yang berusaha?Apa Orang tuamu berusaha keras dalam suatu hal’’
‘’Ya mereka berusaha supaya menjadi orang tua terbaikku’’
‘’Apa!!’’
‘’Ada Apa?’’
‘’Oh.. Tidak bukan apa apa.Tapi bagaimana jika mereka  mereka melakukan yang sebaliknya?,dan bagaimana caramu memperbaikinya.’’
‘’Oh itu Mudah’’
‘’Bagaimana’’
‘’Kau harus terus berusaha dan berjuang’’
‘’Kalau itu aku sudah tahu, tapi bagaimana jika kau menyerah ditengah tengah’’
‘’Kalau begitu kau harus memiliki orang yang kau cintai agar berseangat’’
‘’Orang yang kau cintai?’’
‘’Ya ia akan menjadi penyemangat terbesar dalam hidupmu.’’
Setelah percakapan itu aku aku bergegas kembali ke kontrakkanku, aku terkejut ia berkata
‘’Hah... Kenapa dia keluar , apa aku salah bicara?’’
‘’Tidak, Kau tidak salah,Maaf ya aku ada urusan mendesak jadi aku kemari hanya mengembalikan buku itu’’.
‘’Oh...i..iya’’.
‘’Sampai Jumpa’’.
‘’Sampai ..... Jumpa’’.
Dari percakapan tadi aku mengerti satu hal bahwa jika kau  memiliki semangat kau akan dapatkan apapun, dan jika kau ingin mendaparkan semangat kau butuh orang yang kau cintai tapi masalahnyaa aku sudah tidak memiliki orang yang kucintai, karna dalam otak kirikiku yang ada hanyalah kebencian.
‘’TUNGGU OTAK KIRI, ITU DIA!!!                   


END PART 1 Create By: Muhamad Adriyansah                                                                                              /\                                                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar